artikel

Sabtu, 30 November 2013

kepemimpinan wanita

https://www.dropbox.com/s/zjawltvnol7lh1s/kepemimpinan-wanita.pdf

Makalah-makalah teman-teman

Makalah Siti Nurhayati
RELASI GENDER DALAM AGAMA KRISTEN



BAB I
PENDAHULUAN

Dalam perkembangan sejarah umat manusia, pranata kehidupan diatur atas dasar kepentingan kelompok tertentu, yaitu kelompok yang kuat dan berkuasa. Fakta kehidupan seperti ini memberi bukti bahwa pranata kehidupan merupakan konstruksi sosial budaya (baca: gender), buatan manusia, yang berbeda atas dasar waktu dan tempat. Pranata kehidupan buatan manusia ini kemudian disebut kebudayaan. Kebudayaan selalu mengalami pergeseran atau perubahan, mulai dari kehidupan sosial masyarakat sampai menyentuh kehidupan keluarga. Pergeseran budaya dalam keluarga tidak hanya menyangkut pada penelusuran garis keturunan anak, tetapi juga menyangkut pengaturan kehidupan. Pada umumnya pengaturan kehidupan ditentukan oleh laki-laki. Akibat dari pranata kehidupan semacam ini kemudian terjadi relasi timpang antara laki-laki dan perempuan. Relasi yang timpang ini membentuk falsafah hidup dominan laki-laki. Ketika kebudayaan dalam perkembangannya makin tidak adil dan tidak manusiawi, maka manusia berusaha meluruskanya antara lain melalui agama.

e-book mengenai Gender


Kumpulan "Gambar Mengenai Gender"

Sosok Kartini Dan kesetaraan Gender
Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan wanita Indonesia yang memperjuangkan emansipasi wanita. Dilahirkan di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879, Kartini adalah seorang putri dari bangsawan Jawa. Ia hanya dapat merasakan bangku sekolah sampai umur 12 tahun, karena pada saat itu wanita tidak boleh berpendidikan lebih tinggi dari pria.